Selasa, 02 November 2010

DIMENSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

1.      Komponen Isi Matematika


            Komponen isi berperan sebagai media untuk pengembangan keampuan siswa dalam berpikir secara matematika. Dapat pula digunakan guru untuk mengarahkan matematika seperti apa yang harus diajarkan, diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa. Dalam kurikulum berbasis kompetensi ada lima komponen isi, yaitu:
1. Bilangan dan operasi
2. Bentuk aljabar
3. geometri
4. Pengukuran
5. analisis data dan probabilitas.

2.      Daya Matematik

      Daya matematik dicirikan sebagai semua kemampuan siswa untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan matematikanya untuk penggalian, dugaan, dan penalaran secara logis; melalui pemecahan masalah nonrutin; melalui komunikasi matematika; melalui koneksi ide-ide dalam matematika atau dengan ilmu lain; dan melalui representasi matematika.
      Dalam daya matematik, pengembangan siswa ditekankan pada  kemampuan menggali, menduga, dan bernalar secara logis. Selain itu pengembangkan kemampuan proses juga diharapkan berdampak pada pengembangan rasa percaya diri dan memiliki kecenderungan untuk mencoba dan menemukan, melakukan evaluasi, dan menggunakan informasi kuantitatif dan spasial masalah dan pengambilan keputusan.
Komponen proses yang dikembangkan dalam matematika:
1.      Penalaran dan pembuktian: komponen ini memberikan kekuatan cara-cara mengungkapkan pengertian yang mendalam tentang fenomena matematika.
2.      Komunikasi: merupakan bagian esensial dalam matematika dan pendidikan matematika. Komunikasi adalah cara berbagi Ide dan klarifikasi pemamhaman. Proses komunikasi membantu membangun arti dan kekekalan suatu ide.
3.      Koneksi: melalui komponen ini siswa mampu mengkaitkan ide-ide matematika, pemahaman mereka menjadi lebih dalam dan lebih kekal. Siswa dapat melihat koneksi dalam memperkaya pengaruh mempengaruhi antara topic-topik matematika.
4.      Representasi: bentuk representasi merujuk pada proses dan produk. Dengan kata lain aktivitas menangkap konsep-konsep matematika atau keterkaitannya dalam berbagai bentuk. Ketika siswa memperoleh representasi matematika dan ide-ide yang direpresentasikan, mereka mempunyai sekumpulan alat berarti untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematika mereka.
Daya  matematik siswa dapat dilihat melalui kemampuan matematika formal yang mencakup pemahaman konseptual, pengetahuan prosedural, dan pemecahan masalah. Siswa dapat menunjukan daya matematiknya melalui cara memecahkan masalah daan alasannya. Oleh karena siswa perlu diberi kesempatan untuk mengkonstruksi respon  yang dapat dijawab dengan berbagai cara.

3.      Kemampuan matematik

      Dimensi ini berkaitan dengan kecakapan matematika yang lebih menekankan pada aspek kognitif. Tiga  komponen utama kemampuan matematika pada dimensi ini adalah:
1.      Pemahaman konseptual, merujuk pada perolehan terintegrasi tentang ide-ide matematika. Siswa yang memiliki pemahaman konseptual mengetahui lebih dari sekedar fakta dan metode sebagai bagian yang terpisah-pisah. Siswa memahami kepentingan ide matematika itu dan dalam konteks yang mana dapat dimanfaatkan. Siswa dapat mengorganisir pengetahuannya dalam suatu keterkaiitan yang utuh, yang dapat digunakan untuk mempelajari ide baru dengan megkaitkan ide-ide yang telah diketahui sebelumnya. Kemampuan pemahaman konseptual siswa dapat dilihat melalui kemampuan siswa dalam menggunakan berbagai model representasi.
2.      Pengetahuan prosedural, digambarkan sebagai kemampuan siswa dalam mengkaitkan proses algoritma dengan situasi masalah, menggunakan algoritma, dan mengkomunikasikan hasil algoritma. Pengetahuan prosedural juga meliputi kemampuan siswa dalam bernalar pada situasi tertentu, dan mendeskripsikn mengapa suatu prosedur khusus memberikan jawaban benar untuk masalah dalam konteks yang dideskripsikan. Pengetahuan prosedural juga dikaitkan dengann kelancaran prosedural, yaitu pengetahuan tentang kapan dan bagaimana mengunakan prosedur secara tepat dan keterampilan untuk membentuk prosedur secara fleksibel, akurat, dan efisien. Kemampuan pemahaman prosedural, perlu dimiliki siswa secara memadai dan diberikan sejak dini. Kekurangan kemampuan ini akan menjadikan masalah yang mendalam berkaitan ide matematika atau pemecahan masalah matematika.
3.      Pemecahan masalah, merupakan salah satu komponen proses pembelajaran matematika yang dimasukan sebagai salah satu komponen kemampuan proses matematika, bahkan merupakan komponen terpenting diantara ketiga  komponen yang ada. Pemecahan masalah merupakan bagian integral dari belajar matematika, dan oleh karena itu tidak harus terisolasi dari program matematika. Siswa dikatakan memiliki kemampuan memecahkan masalah, jika siswa dapat memecahkan permasalahan matematika dengan cara: (1) mengenal dan mmerumuskan masalah (2) menentukan kecukupan dan konsistensi  data (3) menggunakaan strategi, data, model, dan mmatematika yang relevan (4) dapat membangun, memperluas, dan memodifikasi prosedur (5) menggunakan penalaran (spasial, induktif, deduktif, atau statistic) dalam setting yang baru dan (5) dapat mempertimbangkan kelogisan dan kebenaran suatu  solusi.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar